Modal ATM Kosong, Tunawisma ini Transaksi hingga Rp1 Milliar

Transaksi dengan ATM Kosong, Penjebolan ATM Kosong, Tunawisma tipu pusat perbelanjaan

Bertransaksi hingga 60 ribu poundsterling atau sekira Rp1 Miliar, seorang tunawisma asal Manchester, Inggris, jadi sorotan. Pria itu bernama Allah Ditta.

Ditta memang mengakui bahwa kesehariannya sebagai pengangguran tak akan bisa memenuhi hidupnya. Namun, ia memiliki ATM kosong yang bisa dipakai transaksi di suatu pusat perbelanjaan.

Ditta pertama kali mencoba ATM kosongnya itu saat pergi ke Tesco, suatu pusat perbelanjaan di Inggris. Luar biasanya, ATM itu mampu memenuhi semua tagihan belanjanya, bahkan ia meminjamkan kartu ATM-nya ke orang-orang.

Ditta memborong semua barang yang ia mau, mulai dari yang paling murah sampai yang mewah. Jika ditotal, maka ia telah melakukan transaksi sebanyak 167 kali, dengan nominal belanjaan mencapai Rp1 Milliar. Ditta mendadak sejahtera dalam sehari.

Bagaimana ATM Kosong itu Bisa Membeli Berbagai Barang?


Rupanya, Ditta memiliki pengetahuan soal perangkat lunak yang mengatur pembayaran dari kartu ATM tersebut. Ia menemukan kesalahan pada perangkat lunak di kasir dan memanfaatkannya untuk memeras swalayan.

Penipuan ATM Kosong, Tunawisma dan ATM Kosong, Transaksi Rp1 Miliar dengan ATM Kosong
Ilustrasi kasir TESCO (foto: bldaily.id)
Ia pun mencoba trik itu lagi di berbagai kasir dari 14 toko Tesco di Bradford, Leeds, Garforth, Oldham, dan Manchester. Tidak sendirian, Ditta pun meminjamkan kartu ATM itu ke teman-temannya.

Lalu mereka bersama-sama membeli barang-barang listrik, telepon, komputer, kartu hadiah dan memperoleh uang tunai kembali di toko. Tanpa keluar uang sedikitpun, hanya bermodal ATM kosong dan trik untuk mengelabui perangkat lunak kasir.

Namun akibat perbuatannya itu, ayah dua anak tersebut menghadapi tuntutan penjara selama dua tahun karena tindakannya dianggap bentuk penipuan.

Baca Juga: 
Pelajar dari Sumenep Spesialis Curi HP
Wanita ini Alergi dengan Sinyal WiFi dan Telepon 

Direkam Kamera Tersembunyi, Perempuan Korea Selatan Marah-Marah

Jaksa penuntut Sophie Drake, mengatakan pada Bradford Crown Court, bahwa kesalahan perangkat lunak kasir membuat transaksi Ditta disetujui.

"Sedangkan kasir tidak pernah mengetahui ada kesalahan transaksi yang berhasil disetujui," kata Drake seperti dilansir Lagilagi.in dari Daily Mirror pada Senin (14/1/2019).

Drake mengatakan, Ditta melakukan pembelanjaan sejak 21 Januari tahun lalu hingga dia ditangkap di toko Tesco di Bradford pada 15 Februari. Setelah ditangkap Ditta mengakui kesalahannya dan dijebloskan ke penjara selama 2 tahun 3 bulan.